
“Saya yakin bahwa permintaan akan komputasi telah meningkat hingga 1 juta kali lipat dalam dua tahun terakhir,” kata CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam pidato pembukaannya pada konferensi dan pameran teknologi tahunan perusahaan tersebut kemarin.

Yang paling mencolok, perusahaan paling berharga di dunia itu mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan menghasilkan setidaknya US$1 triliun dari chip Blackwell dan Rubin hingga akhir 2027. Hal ini merupakan revisi dari perkiraan sebelumnya yang menyebutkan bahwa chip-chip tersebut akan menghasilkan penjualan sebesar US$500 miliar hingga akhir 2026.
Harga saham melonjak tajam menyusul pengumuman tersebut, naik dengan cepat sebesar 5%. Namun, kenaikan itu segera terkikis seiring pasar mencerna berita tersebut, sehingga sesi perdagangan di New York ditutup naik 1,6% di level $183,19. Menjelang presentasi GTC, harga saham tersebut telah turun 3,4% sepanjang tahun ini.
Peluncuran ini merupakan upaya terbaru Nvidia untuk mempromosikan komputasi AI dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Perusahaan ini berupaya memperbarui seluruh jajaran produknya setiap tahun, sekaligus menambahkan komponen-komponen baru. Desain terbaru dari prosesor AI andalannya, yang rencananya akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026, diberi nama Vera Rubin. Sistem baru ini diklaim mampu menghasilkan kinerja per watt 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, Grace Blackwell.
Pengumuman penting lainnya dari Huang mencakup fakta bahwa Nissan, BYD, Geely, Isuzu, dan Hyundai sedang mengembangkan kendaraan otonom level 4 melalui program Drive Hyperion milik Nvidia. Chip sistem robotik AGX Thor dari Nvidia juga digunakan oleh Isuzu dan perusahaan Tiongkok Tier IV untuk mengembangkan bus otonom di platform tersebut.
Konferensi ini akan berlangsung hingga 19 Maret, jadi pantau terus perkembangannya.
Email: support@fintrixmarkets.com
Telepon: +357 22007860