
Pasar sama sekali tidak membosankan minggu ini. Kekhawatiran akan gelembung AI telah membebani saham-saham teknologi, namun rilis data NFP yang kurang menggembirakan memicu reli penguatan. Demikian pula, harga emas membalikkan tren penurunan belakangan ini seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara dolar AS mengalami koreksi. Pergerakan pasar yang tidak menentu di Korea Selatan membuat sebagian pihak khawatir akan risiko penularan. Para pedagang tetap waspada terhadap tanda-tanda intervensi di pasar mata uang Jepang. Harga saham Tesla sempat menembus level $420 namun segera kembali turun. Harga minyak terus merosot. Sungguh masa yang menantang bagi para pedagang.
Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, memanfaatkan pidatonya pada hari Rabu terutama untuk menegaskan kembali niat-niat yang telah ia sampaikan dalam pesan perdananya. “Kami akan tetap menjadi bank sentral yang independen saat ini dan Anda tidak akan melihat adanya perubahan dalam hal itu.” Ia berjanji akan mengecewakan siapa pun yang mengharapkan kebijakan moneter longgar, sambil menekankan target inflasi sebesar 2%. Namun, yang sedikit memperumit situasi, Warsh juga mengulangi panduannya bahwa di bawah kepemimpinannya tidak akan ada panduan nyata, atau lebih tepatnya arahan, mengenai kapan dan bagaimana ia memandang perubahan suku bunga atau hal-hal lain sepanjang tahun ini.
Meskipun target 2% ini kembali ditegaskan, UBS tetap menilai bahwa ekspektasi pasar saat ini terkait kenaikan suku bunga masih terlalu agresif. Mereka memperkirakan inflasi akan mereda secara lebih alami, melalui dua faktor utama. Pertama, berbaliknya dampak tarif yang diberlakukan oleh Trump, yang berpotensi menurunkan inflasi hingga 0,8%; dan kedua, fakta bahwa harga minyak kini kembali ke level sebelum konflik AS-Iran, seiring dengan kembali meningkatnya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Pandangan ini didukung oleh data Nonfarm Payrolls yang dirilis semalam, yang angkanya lebih rendah dari perkiraan. Data NFP tersebut jauh di bawah konsensus, dengan penciptaan 57 ribu lapangan kerja baru dibandingkan dengan perkiraan sebesar 110 ribu. Penyesuaian ekspektasi kenaikan suku bunga yang diakibatkannya menyebabkan harga logam melonjak tajam —harga emas naik hampir 2%—sementara dolar AS melemah seiring dengan hal tersebut dan tetap berada di bawah tekanan dalam sesi perdagangan hari libur hari ini.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, kembali menjadi sorotan media pagi ini, sekali lagi menegaskan kesiapannya untuk membela nilai tukar yen. Namun, setelah serangkaian peringatan serupa yang berulang belakangan ini tanpa tindakan nyata, pernyataannya kini semakin diteliti secara cermat untuk mencari petunjuk apakah dan kapan intervensi tersebut akan dilakukan. Sebelum langkah-langkah serupa yang diambil oleh pihak berwenang sebelumnya, bahasa yang digunakan jauh lebih tegas, dan tingkat kekhawatiran yang spesifik telah dijabarkan. Apakah perubahan pendekatan ini kini menandakan berkurangnya kemungkinan tindakan tegas, atau justru taktik yang lebih terselubung untuk dampak yang lebih besar?
Awal pekan ini, USDJPY naik ke level 162,84, level terendah yen sejak 1986. Melemahnya dolar AS sebagai dampak dari rilis data NFP telah membuat pasangan mata uang ini kembali turun mendekati level 161. Namun, pergerakan pasar menjelang rilis data tersebut tampaknya mengindikasikan bahwa intervensi telah dimulai. Libur panjang lainnya (Hari Kemerdekaan AS) tentu saja memicu spekulasi bahwa likuiditas yang menipis akan kembali dimanfaatkan oleh pejabat mata uang untuk menguatkan mata uang tersebut. Katayama menegaskan bahwa ia tetap menjalin komunikasi yang erat dengan rekan-rekannya di AS terkait masalah valuta asing, bahkan selama liburan.

Angka pengiriman Tesla melampaui ekspektasi dalam semalam, namun harga sahamnya turun sekitar 8%. Hal ini terjadi setelah empat sesi perdagangan yang sangat kuat bagi produsen mobil tersebut, di mana harganya terus merangkak naik hingga menembus level $420 dan melampauinya. Lalu, mengapa terjadi ketidaksesuaian ini dan muncul reaksi “sell-the-news”? Apakah para investor sedang menanti pengumuman menarik yang menyertai rilis angka-angka tersebut? Mungkin terkait robotaxi, atau model Semi dan Cybercab? Potensi merger dengan SpaceX juga menjadi sorotan utama.
RBNZ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. Notulen rapat FOMC akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendasari pengambilan keputusan dan, pada gilirannya, pola pemungutan suara di dalam komite yang terpecah pendapatnya. Data Cash Earnings di Jepang akan menjadi sorotan untuk mencari tanda-tanda normalisasi, mengingat kenaikan suku bunga lebih lanjut masih sangat mungkin terjadi di sana.
Materi ini disediakan oleh Fintrix Markets semata-mata untuk tujuan pemasaran dan informasi, serta merupakan komunikasi pemasaran, bukan riset investasi independen.
Fintrix Markets tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau ketepatan waktu informasi tersebut. Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak merupakan saran investasi, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Informasi ini tidak mempertimbangkan keadaan keuangan, tujuan, atau kebutuhan individu. Penerima informasi disarankan untuk mendapatkan nasihat profesional independen sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan.
Tidak ada bagian dari materi ini yang boleh direproduksi atau didistribusikan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Fintrix Markets.
Email: support@fintrixmarkets.com
Telepon: +357 22007860